Thursday, December 19, 2013

penting ya?

penting ya?
Saturday, October 13, 2010 at 7:34pm

gw (ngeliat billboard): iyuuuh, nutrisari yang baru pake brokoli
bokap: kaya jus mama
gw: jus mama mah dcampur buncis apalah itu
bokap: ih papa mah ngga suka buncis, mndingan kacang panjang
nyokab: alah orang gada rasanya juga, tinggal glegek2
bokap: klo buncis ada
gw: iyuuuh, kacang panjang dijus kaya apa rasanya coba
nyokab: alah kamu klo minum juga gatau isinya apa aja
gw (dalem hati): hiii~ ngga perlu tau kayanya

nyokab (nunjuk salah satu restoran): del, pepes jamur enak tuh dsitu
gw: ah bosen ah makan jamur
bokap: jamur mulu lama2 jamuran
gw & nyokab: ... (udah males komen)

nyokab: ih del, papamu udah tua ngga bisa minum teh botol
bokap: dingin abisnya
nyokab: tapi makan es krim bisa, ckckck
bokap: ngga kuat dingin klo kumur2 pake teh botol
nyokab: siapa yang nyuruh kumur2 pake teh botol?

nyokab: wah ada garage sale
bokap: ah itu mah warung
nyokab: bukan, garage sale
bokap: iya, itu warung, judulnya "garage sale"
gw & nyokab: ... (males komen part 2)

keinginan dan harapan (part 2)

keinginan dan harapan (part 2)
Thursday, October 28, 2010 at 8:51pm

okeh, setelah cukup keriting ngetik potongan cerita, sekarang giliran ber-keriting-ria ngetik komen.

dulu gw pernah nemu quote bunyinya "don't wish, just hope" dan bingung, apa si sbtulnya 'wish' itu? kenapa bolehnya 'hope'? emang bedanya apa? klo ketuker gmana?

dan baca buku ini gw jadi senyum geli karna somehow gw ngerasa kaya si firebelly. cuma bedanya, gada katak tua yang ngejelasin.

walopun sampe sekarang gw masi blom spenuhnya ngerti sama quote d atas, tapi yaaah, yang namanya quote kan cuma sepotong, ibarat kalimat yang distabilo. jadi klo bikin bingung, wajar, karna ngga baca keseluruhan paragrafnya.

seenggaknya, gw baca buku ini, satu pertanyaan kejawab, gw jadi ngerti cara bedainnya. contoh gampangnya: "semoga ngga ujan" itu keinginan. klo: "semoga bisa ngerjain ujian" itu harapan.

tapi gw masi bingung. klo gw ngga salah menterjemahkan, harusnya kan:
wish = keinginan
hope = harapan
trus kenapa 'don't wish, just hope'? kenapa ngga 'don't hope, just wish'? apa jangan2 gw yang salah inget quote? gatau ah. kayanya iya kali gw salah quote, hahaha (err.. gubrak dulu bole ngga?)

AH IYA! klo dihubungin sama kata si katak tua "...padahal dia tidak bisa mengabulkan 3 harapan", gw jadi inget joke d iklan rokok. ceritanya ada orang ketemu jin yang bisa mengabulkan permintaan. orang itu minta mobil. dikabulin. tapi pas dia minta ganteng, si jin bilang "haha, ngimpi"

dan ini sbtulnya intinya apa ya? kebiasaan deh del nulis menclak menclok kmana2 tapi abis itu bingung sendiri. okeh, baiklah, langsung kesimpulan aja klo gtu. hmm.. mungkin, kenapa manusia bisa kecewa dan mengeluh itu karna kadang manusia ketuker antara 'keinginan' dan 'harapan' kali ya? mungkin.

keinginan dan harapan (part 1)

keinginan dan harapan (part 1)
Thursday, October 28, 2010 at 8:49pm

setelah lama ngga baca buku, kmaren nemu buku bagus (hore!) di gramedia, judulnya firebelly. buku itu bercerita tentang kehidupan dari sudut pandang seekor katak yang kaki depan dan kaki belakangnya buntung. gw blom selesai baca si, tapi ada satu bab yang cukup 'AHA!' bagi gw.

bab ini tentang keinginan dan harapan. jadi suatu hari, si katak buntung itu -sebut aja firebelly- lagi ngobrol sama seekor katak tua. kira2 gini potongan ceritanya:

###

"aku berharap bisa tetap tinggal di sini," kataku, "duduk di sampingmu, melihat dari balik pancuran, menonton pemandangan di sisi lain kaca itu."

"berharap?" katanya, menekankan kata itu dan mengganti topik pembicaraan seperti seekor burung mengganti arah terbangnya karena embusan angin yang tak terlihat. "hati2lah dengan apa yang kamu harapkan."

"kenapa?"

"karena terlalu berharap, terutama berharap akan hal2 yang kemungkinan tidak akan terjadi bisa berbahaya."

"berbahaya? aku berharap sepanjang waktu. aku berharap dapat menangkap jangkrik terbesar. aku berharap punya dua kaki lagi. aku berharap-"

"pokoknya jangan mengacaukan antara berharap dan berkeinginan. apa kamu pernah mendengar cerita tentang jin yang keluar dari botol dan mengabulkan 3 keinginan?"

"tidak," kataku.

"sesosok jin dikurung di sebuah botol akibat kesalahan yang diperbuatnya. botol itu dilemparkan ke laut dan mengapung tanpa tujuan selama 1800 tahun. suatu hari, seorang nelayan menebarkan jaring ke laut. di dasar jaring itu, dia menemukan sebuah botol yang tampak aneh. dia membuka tutupnya dan jin itu keluar dalam wujud asap. jin itu demikian senang bisa bebas sehingga dia memberi kesempatan pada nelayan untuk menyebutkan 3 keinginan yang akan dikabulkannya. padahal dia tidak bisa mengabulkan 3 harapan."

katak tua itu berpaling ke arahku. "apa kamu mengerti? berharap adalah keputusan yang kita buat untuk diri sendiri; tak seorang pun bisa mengabulkannya. kenyataannya, kamu seekor katak yang punya dua kaki. seharusnya kamu tidak berharap memiliki empat kaki sebab hal itu jelas tidak mungkin terjadi."

"bagaimana kalau aku tetap berharap?"

"kalau kamu tidak mendapatkan apa yang kamu inginkan, hal itu tidak terlalu menjadi masalah. berkeinginanlah semaumu untuk memiliki 4 kaki; tidak akan ada bedanya. keinginan hanyalah pikiran kosong-tidak penting, seperti melemparkan uang logam ke kolam air mancur atau mengucapkan keinginan pada bintang2. tapi jika kamu tidak pernah mendapatkan apa yang kamu harapkan, itu akan mempengaruhi pilihan2 yang kamu ambil, dan dapat mengubah dirimu nantinya di masa depan. kalau kamu menghabiskan terlalu banyak waktu dengan berharap tanpa sebab, mungkin akhirnya kamu akan tergelincir ke dalam ketiadaan harapan, ke dalam kehampaan"

"yah..." aku terbata2, kebingungan mendengar kata2nya. "seharusnya aku mengharapkan apa?"

"berharaplah akan hal2 yang dapat kamu capai dengan usahamu sendiri. ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk memenuhi harapanmu agar bisa menangkap jangkrik terbesar: perhatikan di mana tempatmu, perhatikan strategi dari katak2 lain, posisikan dirimu di lokasi yang tepat. tapi kamu hanya bisa berkeinginan bahwa kamu menjadi seekor katak berkaki 4"

"tapi untuk saat ini, aku ingin-"

"dengar ya," dia menyela. "milikilah keinginan untuk berkaki 4 semaumu, hanya saja jangan berharap untuk itu." seulas senyum aneh tersungging di wajahnya. kami berdua duduk dalam kesunyian dan berpikir.

###

just metaphor

just metaphor
Saturday, October 23, 2010 at 5:04am

Q: "which is better? the spoon or the fork?"
A: "the knife"
Q: "why knife?"
A: "why? well the thing is: it's like comparing apples to pears. none are oranges"

homograf

homograf
Wednesday, October 20, 2010 at 8:06am

x: "ih kayanya seru ya klo punya bantal air. apa tuh istilahnya? air pillow?"
y: "itu water pillow dooong!"
x: "oiya ya, klo air itu kan udara, klo air itu water"

dampak bikun ac

dampak bikun ac
Wednesday, October 20, 2010 at 6:42am

setelah super lama ngga nge-notes, sekarang mulai nulis lagi, judulnya hmm.. aneh. bodo ah. lanjut.

jadi, waktu hari senin abis pulang les, gw naik bikun dari barel. bikunnya sepi, tapi pas sampe pocin lumayan rame, banyak yang naik tapi sedikit yang turun. karna ketimpangan sosial itu (halah, apa sih?!) jadilah banyak yang berdiri.

nah, sebagai orang yang duduk, tentunya jadi pngen berbagi dong ya? sepakat dong ya? *credit to: pebi* (ngg.. ngga juga gpp si) jadinya gw geser2 biar seenggaknya satu orang yang berdiri bisa duduk. tapi jeng jeng jeng jeeennnggg.. orang yang duduk di sebelah gw malah geser2 mem-pewe-kan posisinya jadi gada kesempatan buat salah satu orang yang berdiri untuk duduk.

saat itu, jujur, gw bingung. kenapa?

1. mbak2 yang duduk di sebelah gw itu sepertinya anteng2 aja ngubah posisi duduk tanpa rasa bersalah.

2. tapi mbak2 yang berdiri juga ngga keliatan bermasalah dengan ngga dapet kursi.

3. dan orang di sebelah yang gw rapetin duduknya kaya ngga sadar ada pergerakan di sampingnya. jadi either gw geser ato ngga, kaya ngga ngaruh ke hidupnya.

entah ya gw yang rempong-cyin ato gmana, tapi ini tuh kaya "ini cuma gw doang yang mikir gini ato gmana ya? para mbak2 ini kayanya ngga urusan amat soal perkursian geser ini"

dan seturun dari bikun, gw amatin ternyata dari sekian banyak orang yang turun di kutek, cuma segelintir yang ber-"makasi pak"-ria, dan supirnya juga menanggapi dengan cuek sebodo teuing, gada basa basi "iya sama2" ato sekedar senyum.

sambil jalan ke arah kosan, gw cuma komen dalem hati "oh, ini toh dampak bikun ac. dingin"

20.10.2010

just random wondering

just random wondering
Friday, October 1, 2010 at 11:22pm

just wondering...

why people are likely to have a vision of
future
while looking back at
past
in the present?

and take too much time wondering...

"what have i done?"
"what am i doing?"
"what i have to do?"

or...

"have i done something wrong?"
"am i doing right thing?"
"how will i know something is right/wrong?"

isn't it wasting time?
am i wasting time?

yes i am
but just wondering...

why i'm still doing this stuff?
moreover

why i'm wondering...

what people said about
"walk your talk" or
"talk less do more" or
"silence is gold"?

what if i say
"in silence, mind talks"

which means if
yesterday i talked
today i talk
tomorrow i'll talk

my mind-talking have to
walk
do a lot more
and be gold
forever?

well...

since tomorrow
will be today
and today
will be yesterday

and what i'm talking now
in mind or out loud
will be nothing but talk
about time
which will answer anything

so...

this will be
just random wondering